Definisi dan Pengertian Organisasi
Banyak macam
dan ragam bentuk suatu organisasi mulai dari yang berbentuk kecil hingga
organisasi yang bentuknya besar dan mempunyai suatu tujuan yang berbeda pula,
begitu pula tentang pengertian organisasi itu sendiri. Banyak definisinisi dan
pengertian dari organisasi yang di paparkan oleh para ahli, berikut adalah
beberapa definisi dan pengertian dari Organisasi :
Organisasi : penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).
Kamus modern bahasa Indonesia M. dahlan Al Barry
Pengertian Organisasi (didapat dari buku)
1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas,
daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur
pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)
Pengertian organisasi berikut ini didapat dari artikel yang berjudul “Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan Informal - Belajar Online Lewat Internet Ilmu Manajemen”
http://organisasi.org pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)
Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
Selanjutnya, pengertian di bawah ini diambil dari Wikipedia. Alamat web/halaman: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Pengertian di bawah ini diperoleh dari artikel yang berjudul PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS DIHADAPKAN DENGAN KONSELING DALAM TINGKAT PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SUATU ORGANISASI oleh : Mistiani, S.sos, Puslitbang Strahan Balitbang Dephan
(http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=18&mnorutisi=9)
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
Pengertian selanjutnya diperoleh dari artikel yang berjudul “Manajemen Konflik Dalam Organisasi” oleh fickry (http://defickry.wordpress.com/2007/09/13/manajemen-konflik-dalam-organisasi/)
Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).
Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Demikianlah beberapa definisi dan pengertian dari Organisasi yang di kutip dari berbagai sumber…
Organisasi : penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).
Kamus modern bahasa Indonesia M. dahlan Al Barry
Pengertian Organisasi (didapat dari buku)
1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas,
daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur
pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)
Pengertian organisasi berikut ini didapat dari artikel yang berjudul “Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan Informal - Belajar Online Lewat Internet Ilmu Manajemen”
http://organisasi.org pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)
Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
Selanjutnya, pengertian di bawah ini diambil dari Wikipedia. Alamat web/halaman: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Pengertian di bawah ini diperoleh dari artikel yang berjudul PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS DIHADAPKAN DENGAN KONSELING DALAM TINGKAT PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SUATU ORGANISASI oleh : Mistiani, S.sos, Puslitbang Strahan Balitbang Dephan
(http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=18&mnorutisi=9)
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
Pengertian selanjutnya diperoleh dari artikel yang berjudul “Manajemen Konflik Dalam Organisasi” oleh fickry (http://defickry.wordpress.com/2007/09/13/manajemen-konflik-dalam-organisasi/)
Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).
Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Demikianlah beberapa definisi dan pengertian dari Organisasi yang di kutip dari berbagai sumber…
Hal Hal Penting yang harus di penuhi
dalam organisasi
Organisasi
Organisasi
merupakan kata yang seringkali kita dengar diberbagai tempat maupun kegiatan.
Dalam berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak. Perlu adanya pembagian
tugas pada para anggotanya sebagai upaya mengefektifkan kinerja dari organisasi
itu sendiri. Sebab apabila tidak ada pembagian tugas yang benar dan para
kinerja dari para anggotanya yang tidak benar, maka sebuah organisasi di bidang
apapun tidak akan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.
Beberapa
definisi organisasi dari para ahli :
1.
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap
bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta
secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah
ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang
disebut atasan dan seorang /sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
2.
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem
perserikatan formal, berstruktur dan
terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam
mencapai tujuan tertentu.Organisasi hanya merupakan alat dan wadah
saja.”
3.
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur
pembagian kerja dan struktur tata
hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang
posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama – sama mencapai tujuan
tertentu.
Dari
pendapat para ahli di atas dapat disimpuklan bahwa dalam satu
organiasi perlu adanya kesamaan visi dan misi serta koordinasi yang harus
terjalin terus menerus dengan baik antar para anggota maupun dengan pimpinan
organisasi.
Beberapa hal
penting yang harus diperhatikan dalam suatu organisasi demi kelancaran jalannya
sebuah organisasi tersebut :
1.
Dalam sebuah organisasi harus memiliki pimpinan dan bawahan
2.
Perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara setiap elemen
yang ada dalam organisasi tersebut
3.
Memiliki Visi dan Misi yang menjadi tujuan dari organisasi
4.
Adanya pembagian tugas dengan baik pada para anggotanya
5.
Memahami mekanisme proses pelaporan dari anggota paling bawah sampai
kepada pimpinan yang paling atas. Dengan kata lain, anggota paling bawah tidak
diperkenankan memberikan laporan langsung kepada peminpin organsiasi paling
atas tetapi wajib melalui kepala bagian (coordinator) masing-masing bidang.
Beberapa hal
yang penting dalam membentuk/membuat suatu organisasi :
- Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi
Suatu
organisasi tidak dapat disebut organisasi apabila didalamnya terdiri dari satu
individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana
kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya,
apakah orang tersebut suka bekerjasama dalam kelompok. Setiap orang memiliki
pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, adapula yang suka
bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerjasama dalam satu tim dapat
dimasukkan dalam daftar.
- Membuat nama organisasi
Nama menjadi
hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah
organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.
- Menyusun kegiatan
Dalam hal
ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau
akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan
melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan
organisasi.
- Membagi pekerjaan
Masing-masing
anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan
berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris
memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait.
Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.
- Melaksanakan kegiatan
Ketika semua
yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegaitan. Misalnya,
pertemuan pertama diadakan.
- Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu
Hubungan
dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain
akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki
keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi sistem informasi
mengadakan pameran hasil karya mahasiwa sistem informasi dan mendapat sponsor
dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama
microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan
menghargai microsoft.
- Mencari dana untuk kegiatan
Dana
memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat
organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas ilmu komputer
bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan
di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.
Ciri ciri
organisasi sehat
Pentingnya organisasi sebagai alat administrasi dan
manajementerlihat jika bergerak tidaknya organisasi ke arah pencapaian tujuan
sangattergantung atas kemampuan manusia dalam organisasi menggerakanorganisasi
itu ke arah yang telah ditetapkan. Jika dikatakan bahwa organisasimerupakan
alat administrasi dan manajemen, Sondang P. Siagian mempunyaidua sudut
pandangan mengenai hal ini, yaitu :
Pertama : Organisasi dapat dipandang sebagai “wadah” dimana kegiatan
-kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan;Kedua : Organisai dapat dipandang sebagai proses dimana dianalisa
interaction
antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu.
Menurut Sondang P. Siagian organisasi yang baik adalah suatuorganisasi yang memiliki cirri-ciri (sifat-sifat) sebagai berikut :
1.Terdapat tujuan yang jelas;
2.Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam organisasi;
3.Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi;
4.Adanya kesatuan arah(unity of direction);
5.Adanya kesatuan perintah(unity of command);
6.Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawabseseorang;
7.Adanya pembagian tugaS(distribution of work);
8.Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin;
9.Pola dasar organisasi harus relatif permanen;
10.Adanya jaminan jabatan(security of tenure);
Pertama : Organisasi dapat dipandang sebagai “wadah” dimana kegiatan
-kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan;Kedua : Organisai dapat dipandang sebagai proses dimana dianalisa
interaction
antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu.
Menurut Sondang P. Siagian organisasi yang baik adalah suatuorganisasi yang memiliki cirri-ciri (sifat-sifat) sebagai berikut :
1.Terdapat tujuan yang jelas;
2.Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam organisasi;
3.Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi;
4.Adanya kesatuan arah(unity of direction);
5.Adanya kesatuan perintah(unity of command);
6.Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawabseseorang;
7.Adanya pembagian tugaS(distribution of work);
8.Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin;
9.Pola dasar organisasi harus relatif permanen;
10.Adanya jaminan jabatan(security of tenure);
Pengertian
dari spoile system , petronex system dan nepatisme system
1.
Sistem
Kawan (Patronage System)
Sistem ini berkenaan dengan pengangkatan seorang pegawai untuk memangku suatu jabatan berdasarkan adanya hubungan pribadi / subyektif antara yang mengangkat dengan yang diangkat. Menurut sifat hubungannya, sistem ini dapat dibedakan atas :
a. Spoil System, bersifat politis
b. Nepotisme, bersifat non-politis.
Sistem ini berkenaan dengan pengangkatan seorang pegawai untuk memangku suatu jabatan berdasarkan adanya hubungan pribadi / subyektif antara yang mengangkat dengan yang diangkat. Menurut sifat hubungannya, sistem ini dapat dibedakan atas :
a. Spoil System, bersifat politis
b. Nepotisme, bersifat non-politis.
2.
Sistem
Kecakapan / Jasa ( Merit System )
Sistem ini dalam hal mengangkat seseorang untuk menduduki jabatantertentu mendasarkan diri atas pertimbangan-pertimbangan kecakapan atau “merita” seseorang.
Sistem ini dalam hal mengangkat seseorang untuk menduduki jabatantertentu mendasarkan diri atas pertimbangan-pertimbangan kecakapan atau “merita” seseorang.
3.
Sistem
Karier
Sistem ini dikembangkan atas dasar pokok pikiran bahwa seseorang akan tetap bekerja dalam suatu bidang tertentu sehingga ia diharapkan memperoleh pengalaman yang cukup banyak dan pengetahuan serta keahlian yang bertambah. Menurut sifatnya :
a. Sistem Karier Terbuka
b. Sistem Karier Tertutup
Sistem ini dikembangkan atas dasar pokok pikiran bahwa seseorang akan tetap bekerja dalam suatu bidang tertentu sehingga ia diharapkan memperoleh pengalaman yang cukup banyak dan pengetahuan serta keahlian yang bertambah. Menurut sifatnya :
a. Sistem Karier Terbuka
b. Sistem Karier Tertutup
Rentan nya
kendali dalam organasis memiliki beberapa faktor tergantung pada jenis
organisasi nya seperti yang di jelaskan di bawah ini
1.
Organisasi garis
Organisasi
garis merupakan bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi
dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi
didalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan
bawahannya. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang
pemimipin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke
bawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan
organisasi garis :
a. Bentuk organisasi sederhana sehingga mudah dipahami
dan dilaksanakan,
b. Pembagian tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan
cukup jelas
c. Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan
sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin dan bertanggung jawab,
d. Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara cepat
karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan
kekurangan-kekurangannya adalah :
a. Bentuk organisasi tidak fleksibel,
b. Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar,
c. Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga
mudah terjadi kekacauan bila seseorang didalam garis organisasi “hilang”.
2.
Organisasi garis dan staff
Dalam
organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan
organisasi itu, yaitu :
a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam
rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang
dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit
operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.
Di dalam
organisasi garis dan staf :
·
Terdapat spesialisasi yang beraneka
ragam yang dipergunakan secara maksimal.
·
Dalam melaksakan pekerjaannya,
anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi dari staf.
·
Pengarahan yang diberikan staf dapat
dijadikan pedoman bagi pelaksana.
·
Staf mempunyai pengaruh yang besar
dalam pelaksanaan pekerjaan.
Organisasi
ini mempunyai kebaikan, seperti :
·
Adanya pembagian tugas yang jelas
antara orang-orang yang melaksanakan tugas pokok dan penunjang.
·
Keputusan yang diambil biasanya
telah dipertimbangkan secara matang oleh segenap orang yang terdapat dalam
organisasi, termasuk staf.
·
Adanya kemampuan dan bakat yang
berbeda-beda dari anggota organisasi memungkinkan dikembangkannya spesialisasi
keahlian.
·
Adanya ahli-ahli dalam staf akan
menghasilkan mutu pekerjaan yang lebih baik.
·
Disiplin para anggota tinggi karena
tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat kealian, pendidikan
dan pengalamannya..
Sedangkan
kekurangan dari organisasi ini adalah :
·
Bagi para pelaksana operasional perbedaan
antara perintah dan saran tidak selalu jelas. Maksudnya dalam pelaksana tugas –
tugas operasional, orang-orang lini atua garis dihadapkan pada dua macam
atasan.yaitu atasan yang terdapat dalam komando yang mempunyai hak memerintah
dan pinpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan saran, namun perlu pula
ditaati karna sarannya berdasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional.
·
Saran serta nasehat dari staf
mungkin kurang tepat atau sulit dilaksanakan, karna kurang adanya tanggung
jawab terhadap perkerjaan.
·
Pejabat garis cendrung untuk
mengabaikan gagasan dari staf sehingga gagasan tersebut dapat tidak berguna.
·
Timbulnya kekacauan bila tugas-tugas
tidak dirumuskan dengan jelas.
3.
Organisasi fungsional
Organisasi
dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian
tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh
pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural,
tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
Dalam
organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa
pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang
bersangkutan.
Kebaikan-kebaikan
dari pungsional organisasi fungsional :
a.
Adanya spesialisasi menyebabkan
perencanaan tugas dapat dengan baik.
b.
Spesialisasi karyawan dapat
dilakukan secara maksimal.
c.
Koordinasi antara orang-orang dalam
satu funsi mudah dilaksanakan atau dijalankan.
d.
Pekerjaan mental dapat dipisahkan
dari pekerjaan pisik.
Kekurangan –
kekurangan orgganisasi fungsional antara lain adalah sebagai berikut :
a. Tanggung jawab terbagi-bagi, sehingga jika terjadi
satu masalah tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab penuh.
b. Ditinjau dari segi karyawan, banyaknya atasan yang
membingungkan,
c. Terjadi saling mementinngkan fungsi masing-masing
menyebabkan koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dijalankan.
d. Pertukaran (mutasi) pekerjaan sukar dilakukan, karna
anggota organisasi terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang
keahliannya saja, sehingga untuk mengadakan pertukaran jabatan harus dilakukan
suatu pendidikan yang intensif terlebih dahulu.
Pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil
pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari
kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite.Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat keputusan bersama-sama.
Dengan adanya komite, diharapkan dapat menghilangkan iri hati atau pertentangan diantara anggota kelompok dan dapat dihindari hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya perintah perintah yang simpang siur antara pimpinan yang sesingkat :
Komite dapat
dibagi atas 4 macam yaitu :
·
Komite yang mempunyai kekuasaan
penuh untuk bertindak (biasanya terdapat pada tingkatan instrusional)
·
Komite yang tidak mempunyai
kekuasaan, tetapi mempunya hak untuk menolak (hak veto).
·
Komite penasehat.
·
Komite pendidikan yang merupakan
kelompok diskusi.
contoh
untuk Organisasi komite/panitia adalah panitia untuk acara
17an
Rentang Kendali (Span Of Control)
Kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara
efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya.
Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat
dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak
kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang
baik.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).[1]
Daftar isi
Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.[5].
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.[1] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.[1]
Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.[1] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.[1]Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.[1].
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.[1] Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.[1]
Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi[1]:- Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
- Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
- Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
Jenis-jenis
- Formal
- Informal
- Non formal
- Pikiran (psychological participation)
- Tenaga (physical partisipation)
- Pikiran dan tenaga
- Keahlian
- Barang
- Uang
Syarat-syarat
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .- Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta[1].
- Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.[1]
- Subjek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi di mana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.[1]
- Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.[1]
- Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.[1]
- Para pihak yang bersangkutan bebas di dalam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.[1]
- Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.[1]
Bentuk-bentuk organisasi
- Organisasi politik
- Organisasi sosial
- Organisasi mahasiswa
- Organisasi olahraga
- Organisasi sekolah
- Organisasi negara
- Organisasi pemuda
- Organisasi agama
Referensi
1. ^
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
n
o
p
q
r
s
t
u
v
w
x
Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San
Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
2. ^ Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. 1976. Understanding
Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132
4. ^ Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology.
Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company
Inc.Hlm. 89
5. ^ Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan
Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
Manfaat organisasi sebagai
berikut :
- Dapat mencapai tujuan yang diharapkan bersama dengan lebih efisien
Terbentuknya
suatu organisasi tentu memiliki suatu tujuan yang berkaitan dengan hajat para
anggota yang ingin hendak dicapai. Dan salah satu manfaat yang bisa didapatkan
dari berorganisasi adalah bisa tercapainya tujuan tersebut dengan lebih mudah.
Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa dalam
sebuah organisasi terdapat struktur pembagian kerja serta struktur tata
hubungan kerja bagi setiap anggotanya, sehingga meskipun masing-masing
anggota memiliki peran sendiri-sendiri akan tetapi satu dengan lainnya saling
berkaitan, sehingga proses penyelesaian untuk mencapai tujuan tersebut bisa
lebih cepat dan mudah.
- Permasalahan dapat teratasi dengan mudah
Dalam suatu
kehidupan, khususnya kehidupan berorganisasi, timbulnya permasalahan merupakan
hal yang sudah biasa terjadi. Hal itu disebabkan karena masing-masing anggota
memiliki karakter dan pendapat yang berbeda-beda. Dan tentu saja dalam
kehidupan organisasi, masalah yang timbul tidak hanya dibebankan atau
diputuskan oleh salah satu anggota saja, akan tetapi seluruh anggota harus ikut
aktif dalam memecahkan permasalahan yang timbul tersebut agar tidak memberikan dampak akibat konflik
sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dengan demikian, maka para anggota
akan terlatih tentang bagaimana bersikap serta menyikapi setiap permasalahan
yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
- Timbulnya semangat kerjasama
Mau tidak
mau setiap anggota organisasi dituntut untuk ikut serta dalam setiap hal yang
berkaitan dengan organisasi tersebut. Dan dalam setiap hal yang berkaitan
dengan orang banyak tentu tidak dapat dibebankan hanya pada satu orang saja,
tetapi dibutuhkan kerjasama dari anggota lainnya. Dengan demikian, setiap
anggota akan terpacu semangatnya untuk saling bekerja sama agar tujuan yang
hendak mereka capai bisa terwujud.
- Mengembangkan kemampuan public speaking
Bagi
sebagian orang, memiliki kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan umum
merupakan hal yang tidak mudah, butuh waktu yang lama untuk melatih dirinya
dapat memiliki kemampuan tersebut. Organisasi merupakan suatu wadah yang tepat
bagi seseorang untuk dapat melatih dan mengembangkan kemampuan serta keberanian
seseorang terkait public speaking, seperti menyampaikan pendapat, berpidato,
dan lain sebagainya.
- Melatih jiwa kepemimpinan
Ada ungkapan
yang menyatakan bahwa “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu
bertanggung jawab terhadap kepemimpinan.” Maksud dari pernyataan tersebut
adalah bahwa setiap orang pasti akan menjadi seorang pemimpin, baik itu bagi
dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Organisasi merupakan suatu wadah di
mana jiwa kepemimpinan dalam diri kita bisa terasah, yaitu dengan mengedepankan
kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Selain itu, dalam suatu
organisasi seseorang diajarkan bagaimanakah cara mengambil keputusan yang bijak
dengan tidak merugikan pihak manapun.
- Dapat melatih seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai karakter yang berbeda
Suatu
organisasi tentu terdiri lebih dari satu orang, di mana orang yang satu dan
yang lainnya memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Hal ini akan
membantu melatih seseorang untuk dapat berinteraksi dengan orang yang lainnya
tanpa membeda-bedakan satu dan lainnya.
- Memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang
Kegiatan
seminar, lokakarya, pelatihan, maupun kegiatan-kegiatan lain merupakan salah
satu agenda yang ada dalam suatu organisasi seiring berjalannya pengaruh globalisasi. Dengan adanya
kegiatan-kegiatan tersebut nantinya akan dapat membantu menambah
wawasan,pengetahuan, serta kompetensi yang dimiliki setiap orang yang bergabung
di dalam organisasi tersebut.
- Dapat memperluas pergaulan seseorang
Dalam suatu
organisasi terdapat keterkaitan di antara anggota yang satu dengan anggota
lainnya. Ini adalah sebagai akibat dari interaksi dan kerjasama yang terjadi di
antara sesama anggota organisasi tersebut. Dengan demikian maka hubungan
pertemanan seseorang akan menjadi lebih luas.
- Dapat menunjukkan jati diri dan kepribadian seseorang
Pada
umumnya, seseorang yang aktif dalam berorganisasi, khususnya bagi para remaja
akan dapat menemukan jati diri serta kepribadian mereka, yaitu dari lingkungan
dan pergaulan dari komunitas atau organisasi yang mereka bentuk.
- Dapat membentuk Emotional Intelegent Quotien (EQ)
Selain
kepribadian, keberadaan lingkungan dalam organisasi yang dibentuk akan mampu
mempengaruhi perkembangan emosi seseorang, di mana lingkungan yang baik akan
mampu menciptakan kondisi emosi yang baik pula. Dengan EQ yang baik, maka
seseorang akan dapat bergaul dan menghadapi orang-orang dengan tipikal yang
berbeda-beda.
- Dapat membantu seseorang untuk bisa membagi waktunya
Berbagai
ungkapan telah menunjukkan pentingnya waktu bagi kita, seperti ungkapan yang
menyatakan bahwa waktu adalah uang, atau juga pepatah yang mengatakan bahwa
orang yang sukses adalah mereka yang mau menghargai waktu. Oleh karena itu,
akan sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan waktu yang kita punya dengan
sebaik-baiknya. Organisasi adalah pilihan yang tepat bagi kita untuk belajar
menghargai waktu dan mengatur setiap jadwal kegiatan kita.
- Dapat membantu seseorang untuk bisa lebih bertanggung jawab
Seseorang
yang aktif dalam organisasi akan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab di dalam
dirinya. Hal ini dikarenakan adanya struktur yang jelas yang mengatur fungsi
serta tugas masing-masing anggota organisasi tersebut sesuai dengan
kedudukannya. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan suatu
organisai harus terus ditumbuh kembangkan.
- Dapat menumbuhkan disiplin dan etos kerja bagi seseorang
Hal lain
yang bisa diperoleh seseorang dari berorganisasi adalah peningkatan
disiplin serta etos kerja di dalam dirinya. Hal tersebut secara tidak langsung
akan mampu membentuk softskill dalam diri seseorang. Dengan kemampuan tersebut
akan banyak hal yang bisa dilakukan olehnya seperti memiliki kemampuan dalam
menyampaikan ide, bernegosiasi dengan baik, memiliki kemampuan untu merubah
suatu halmenjadi lebih baik, dan masih banyak lagi.
- Dapat menumbuhkan sifat percaya diri seseorang
Memiliki
rasa percaya diri adalah salah satu hal yang dibutuhkan dalam pergaulan
seseorang, dan organisasi merupakan wadah yang tepat untuk mendapatkan hal itu.
Dalam organisasi, seseorang dilatih untuk dapat menyampaikan ide-ide, diberikan
kepercayaan untuk melakukan tugas-tugas tertentu, dan lain sebagainya. Secara
tidak langsung hal itu akan dapat menumbuhkan sikap percaya diri dalam diri
orang tersebut.
- Dapat melatih seseorang untuk lebih kuat dalam menghadapi tekanan
Dalam
kehidupan di era modern ini, seseorang dituntut untuk bisa lebih kuat dalam
menghadapi segala masalah maupun tekanan yang datang dari berbagai pihak.
Keberadaan organisasi dapat melatih jiwa seseorang agar menjadi lebih kuat,
adanya perbedaan pendapat di antara sesama anggota organisasi tersebut dalam
menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi merupakan salah satu cambuk yang
nantinya akan membuat para anggota organisasi tersebut menjadi lebih kuat dalam
menghadapi tekanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar