Kamis, 28 April 2016

Tipe dan Bentuk organisasi

Definisi dan Pengertian Organisasi
Banyak macam dan ragam bentuk suatu organisasi mulai dari yang berbentuk kecil hingga organisasi yang bentuknya besar dan mempunyai suatu tujuan yang berbeda pula, begitu pula tentang pengertian organisasi itu sendiri. Banyak definisinisi dan pengertian dari organisasi yang di paparkan oleh para ahli, berikut adalah beberapa definisi dan pengertian dari Organisasi :

Organisasi : penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).
Kamus modern bahasa Indonesia M. dahlan Al Barry

Pengertian Organisasi (didapat dari buku)

1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum
Bahasa Indonesia)


2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas,
daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur
pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)

Pengertian organisasi berikut ini didapat dari artikel yang berjudul “Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan Informal - Belajar Online Lewat Internet Ilmu Manajemen”
http://organisasi.org pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)

Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih

Selanjutnya, pengertian di bawah ini diambil dari Wikipedia. Alamat web/halaman: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.


Pengertian di bawah ini diperoleh dari artikel yang berjudul PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS DIHADAPKAN DENGAN KONSELING DALAM TINGKAT PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SUATU ORGANISASI oleh : Mistiani, S.sos, Puslitbang Strahan Balitbang Dephan
(http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=18&mnorutisi=9)

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

Pengertian selanjutnya diperoleh dari artikel yang berjudul “Manajemen Konflik Dalam Organisasi” oleh fickry (http://defickry.wordpress.com/2007/09/13/manajemen-konflik-dalam-organisasi/)

Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.

Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).

Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Demikianlah beberapa definisi dan pengertian dari Organisasi yang di kutip dari berbagai sumber…









Hal Hal Penting yang harus di penuhi dalam organisasi

Organisasi
Organisasi merupakan kata yang seringkali kita dengar diberbagai tempat maupun kegiatan. Dalam berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak. Perlu adanya pembagian tugas pada para anggotanya sebagai upaya mengefektifkan kinerja dari organisasi itu sendiri. Sebab apabila tidak ada pembagian tugas yang benar dan para kinerja dari para anggotanya yang tidak benar, maka sebuah organisasi di bidang apapun tidak akan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.
Beberapa definisi organisasi dari para ahli :
1.  Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang /sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
2.  Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan                   terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
3.  Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata                    hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama – sama mencapai tujuan tertentu.
Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpuklan bahwa dalam satu organiasi perlu adanya kesamaan visi dan misi serta koordinasi yang harus terjalin terus menerus dengan baik antar para anggota maupun dengan pimpinan organisasi.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam suatu organisasi demi kelancaran jalannya sebuah organisasi tersebut :
1.  Dalam sebuah organisasi harus memiliki pimpinan dan bawahan
2.  Perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara setiap elemen yang ada dalam organisasi tersebut
3.   Memiliki Visi dan Misi yang menjadi tujuan dari organisasi
4.  Adanya pembagian tugas dengan baik pada para anggotanya
5.  Memahami mekanisme proses pelaporan dari anggota paling bawah sampai kepada pimpinan yang paling atas. Dengan kata lain, anggota paling bawah tidak diperkenankan memberikan laporan langsung kepada peminpin organsiasi paling atas tetapi wajib melalui kepala bagian (coordinator) masing-masing bidang.
Beberapa hal yang penting dalam membentuk/membuat suatu organisasi :
  1. Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi
Suatu organisasi tidak dapat disebut organisasi apabila didalamnya terdiri dari satu individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya, apakah orang tersebut suka bekerjasama dalam kelompok. Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, adapula yang suka bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerjasama dalam satu tim dapat dimasukkan dalam daftar.
  1. Membuat nama organisasi
Nama menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.
  1. Menyusun kegiatan
Dalam hal ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
  1. Membagi pekerjaan
Masing-masing anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait. Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.
  1. Melaksanakan kegiatan
Ketika semua yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegaitan. Misalnya, pertemuan pertama diadakan.
  1. Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu
Hubungan dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi sistem informasi mengadakan pameran hasil karya mahasiwa sistem informasi dan mendapat sponsor dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan menghargai microsoft.
  1. Mencari dana untuk kegiatan
Dana memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas ilmu komputer bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.
Ciri ciri organisasi sehat

Pentingnya organisasi sebagai alat administrasi dan manajementerlihat jika bergerak tidaknya organisasi ke arah pencapaian tujuan sangattergantung atas kemampuan manusia dalam organisasi menggerakanorganisasi itu ke arah yang telah ditetapkan. Jika dikatakan bahwa organisasimerupakan alat administrasi dan manajemen, Sondang P. Siagian mempunyaidua sudut pandangan mengenai hal ini, yaitu :
Pertama : Organisasi dapat dipandang sebagai “wadah” dimana kegiatan
-kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan;Kedua : Organisai dapat dipandang sebagai proses dimana dianalisa
interaction
antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu.

Menurut Sondang P. Siagian organisasi yang baik adalah suatuorganisasi yang memiliki cirri-ciri (sifat-sifat) sebagai berikut :
1.Terdapat tujuan yang jelas;

2.Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam organisasi;

3.Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi;

4.Adanya kesatuan arah(unity of direction);

5.Adanya kesatuan perintah(unity of command);

6.Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawabseseorang;

7.Adanya pembagian tugaS(distribution of work);

8.Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin;

9.Pola dasar organisasi harus relatif permanen;

10.Adanya jaminan jabatan(security of tenure);







Pengertian dari spoile system , petronex system dan nepatisme system

1.    Sistem Kawan (Patronage System)
Sistem ini berkenaan dengan pengangkatan seorang pegawai untuk memangku suatu jabatan berdasarkan adanya hubungan pribadi / subyektif antara yang mengangkat dengan yang diangkat. Menurut sifat hubungannya, sistem ini dapat dibedakan atas :
a. Spoil System, bersifat politis
b. Nepotisme, bersifat non-politis.

2.    Sistem Kecakapan / Jasa ( Merit System )
Sistem ini dalam hal mengangkat seseorang untuk menduduki jabatantertentu mendasarkan diri atas pertimbangan-pertimbangan kecakapan atau “merita” seseorang.

3.    Sistem Karier
Sistem ini dikembangkan atas dasar pokok pikiran bahwa seseorang akan tetap bekerja dalam suatu bidang tertentu sehingga ia diharapkan memperoleh pengalaman yang cukup banyak dan pengetahuan serta keahlian yang bertambah. Menurut sifatnya :
a. Sistem Karier Terbuka
b. Sistem Karier Tertutup

Rentan nya kendali dalam organasis memiliki beberapa faktor tergantung pada jenis organisasi nya seperti yang di jelaskan di bawah ini
1.    Organisasi garis

Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi didalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan bawahannya. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan organisasi garis :
a.    Bentuk organisasi sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan,
b.    Pembagian tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas
c.    Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin dan bertanggung jawab,
d.    Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara cepat karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan kekurangan-kekurangannya adalah :
a.    Bentuk organisasi tidak fleksibel,
b.    Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar,
c.    Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi kekacauan bila seseorang didalam garis organisasi “hilang”.

2.    Organisasi garis dan staff

Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :
a.    Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
b.    Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.
Di dalam organisasi garis dan staf :
·         Terdapat spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara maksimal.
·         Dalam melaksakan pekerjaannya, anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi dari staf.
·         Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana.
·         Staf mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
Organisasi ini mempunyai kebaikan, seperti :
·         Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas pokok dan penunjang.
·         Keputusan yang diambil biasanya telah dipertimbangkan secara matang oleh segenap orang yang terdapat dalam organisasi, termasuk staf.
·         Adanya kemampuan dan bakat yang berbeda-beda dari anggota organisasi memungkinkan dikembangkannya spesialisasi keahlian.
·         Adanya ahli-ahli dalam staf akan menghasilkan mutu pekerjaan yang lebih baik.
·         Disiplin para anggota tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat kealian, pendidikan dan pengalamannya..
Sedangkan kekurangan dari organisasi ini adalah :
·         Bagi para pelaksana operasional perbedaan antara perintah dan saran tidak selalu jelas. Maksudnya dalam pelaksana tugas – tugas operasional, orang-orang lini atua garis dihadapkan pada dua macam atasan.yaitu atasan yang terdapat dalam komando yang mempunyai hak memerintah dan pinpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan saran, namun perlu pula ditaati karna sarannya berdasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional.
·         Saran serta nasehat dari staf mungkin kurang tepat atau sulit dilaksanakan, karna kurang adanya tanggung jawab terhadap perkerjaan.
·         Pejabat garis cendrung untuk mengabaikan gagasan dari staf sehingga gagasan tersebut dapat tidak berguna.
·         Timbulnya kekacauan bila tugas-tugas tidak dirumuskan dengan jelas.

3.    Organisasi fungsional

Organisasi dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang bersangkutan.
Kebaikan-kebaikan dari pungsional organisasi fungsional :
a.          Adanya spesialisasi menyebabkan perencanaan tugas dapat dengan baik.
b.          Spesialisasi karyawan dapat dilakukan secara maksimal.
c.          Koordinasi antara orang-orang dalam satu funsi mudah dilaksanakan atau dijalankan.
d.          Pekerjaan mental dapat dipisahkan dari pekerjaan pisik.
Kekurangan – kekurangan orgganisasi fungsional antara lain adalah sebagai berikut :
a.    Tanggung jawab terbagi-bagi, sehingga jika terjadi satu masalah tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab penuh.
b.    Ditinjau dari segi karyawan, banyaknya atasan yang membingungkan,
c.    Terjadi saling mementinngkan fungsi masing-masing menyebabkan koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dijalankan.
d.    Pertukaran (mutasi) pekerjaan sukar dilakukan, karna anggota organisasi terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang keahliannya saja, sehingga untuk mengadakan pertukaran jabatan harus dilakukan suatu pendidikan yang intensif terlebih dahulu.


4.    Organisasi komite/panitia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7zcRjM6XWVjip1iatYve_T7ch3KL9TfPV0kHnpGzNnqWSlvn6FTa-LiYvWEvIOnAN2FCQQwEm6IwHTZTyCof_eSvm4ZOUei_TAOt3eHG4KVk4oz7kSVWFbdepN7HMoSKn4NY0XFWNnw/s1600/Untitled+2.pngPendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite.
Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat keputusan bersama-sama.
Dengan adanya komite, diharapkan dapat menghilangkan iri hati atau pertentangan diantara anggota kelompok dan dapat dihindari hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya perintah perintah yang simpang siur antara pimpinan yang sesingkat :
Komite dapat dibagi atas 4 macam yaitu :
·         Komite yang mempunyai kekuasaan penuh untuk bertindak (biasanya terdapat pada tingkatan instrusional)
·         Komite yang tidak mempunyai kekuasaan, tetapi mempunya hak untuk menolak (hak veto).
·         Komite penasehat.

·         Komite pendidikan yang merupakan kelompok diskusi.

contoh untuk Organisasi komite/panitia adalah panitia untuk acara 17an

Rentang Kendali (Span Of Control)
Kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.







Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).[1]

Daftar isi

Definisi

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.[5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.[1] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.[1]

Partisipasi

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.[1] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.[1]
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.[1].
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.[1] Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.[1]

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi[1]:
  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis

  • Formal
  • Informal
  • Non formal
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut[1]:
  1. Pikiran (psychological participation)
  2. Tenaga (physical partisipation)
  3. Pikiran dan tenaga
  4. Keahlian
  5. Barang
  6. Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
  • Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta[1].
  • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.[1]
  • Subjek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi di mana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.[1]
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.[1]
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.[1]
  • Para pihak yang bersangkutan bebas di dalam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.[1]
  • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.[1]
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.[1]

Bentuk-bentuk organisasi

  1. Organisasi politik
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi mahasiswa
  4. Organisasi olahraga
  5. Organisasi sekolah
  6. Organisasi negara
  7. Organisasi pemuda
  8. Organisasi agama

Referensi

1.       ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
2.       ^ Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. 1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132
3.       ^ D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56
4.       ^ Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
5.       ^ Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
6.       ^ WS, Winkel. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.Hlm.75

Manfaat organisasi sebagai berikut :
  1. Dapat mencapai tujuan yang diharapkan bersama dengan lebih efisien
Terbentuknya suatu organisasi tentu memiliki suatu tujuan yang berkaitan dengan hajat para anggota yang ingin hendak dicapai. Dan salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari berorganisasi adalah bisa tercapainya tujuan tersebut dengan lebih mudah. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa dalam sebuah organisasi terdapat struktur pembagian kerja serta struktur tata hubungan kerja bagi setiap anggotanya, sehingga meskipun masing-masing  anggota memiliki peran sendiri-sendiri akan tetapi satu dengan lainnya saling berkaitan, sehingga proses penyelesaian untuk mencapai tujuan tersebut bisa lebih cepat dan mudah.
  1. Permasalahan dapat teratasi dengan mudah
Dalam suatu kehidupan, khususnya kehidupan berorganisasi, timbulnya permasalahan merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Hal itu disebabkan karena masing-masing anggota memiliki karakter dan pendapat yang berbeda-beda. Dan tentu saja dalam kehidupan organisasi, masalah yang timbul tidak hanya dibebankan atau diputuskan oleh salah satu anggota saja, akan tetapi seluruh anggota harus ikut aktif dalam memecahkan permasalahan yang timbul tersebut agar tidak memberikan dampak akibat konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dengan demikian, maka para anggota akan terlatih tentang bagaimana bersikap serta menyikapi setiap permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
  1. Timbulnya semangat kerjasama
Mau tidak mau setiap anggota organisasi dituntut untuk ikut serta dalam setiap hal yang berkaitan dengan organisasi tersebut.  Dan dalam setiap hal yang berkaitan dengan orang banyak tentu tidak dapat dibebankan hanya pada satu orang saja, tetapi dibutuhkan kerjasama dari anggota lainnya. Dengan demikian, setiap anggota akan terpacu semangatnya untuk saling bekerja sama agar tujuan yang hendak mereka capai bisa terwujud.
  1. Mengembangkan kemampuan public speaking
Bagi sebagian orang, memiliki kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan umum merupakan hal yang tidak mudah, butuh waktu yang lama untuk melatih dirinya dapat memiliki kemampuan tersebut. Organisasi merupakan suatu wadah yang tepat bagi seseorang untuk dapat melatih dan mengembangkan kemampuan serta keberanian seseorang terkait public speaking, seperti menyampaikan pendapat, berpidato, dan lain sebagainya.
  1. Melatih jiwa kepemimpinan
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinan.” Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa setiap orang pasti akan menjadi seorang pemimpin, baik itu bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Organisasi merupakan suatu wadah di mana jiwa kepemimpinan dalam diri kita bisa terasah, yaitu dengan mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Selain itu, dalam suatu organisasi seseorang diajarkan bagaimanakah cara mengambil keputusan yang bijak dengan tidak merugikan pihak manapun.
  1. Dapat melatih seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai karakter yang berbeda
Suatu organisasi tentu terdiri lebih dari satu orang, di mana orang yang satu dan yang lainnya memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Hal ini akan membantu melatih seseorang untuk dapat berinteraksi dengan orang yang lainnya tanpa membeda-bedakan satu dan lainnya.
  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang
Kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan, maupun kegiatan-kegiatan lain merupakan salah satu agenda yang ada dalam suatu organisasi seiring berjalannya pengaruh globalisasi. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut nantinya akan dapat membantu menambah wawasan,pengetahuan, serta kompetensi yang dimiliki setiap orang yang bergabung di dalam organisasi tersebut.
  1. Dapat memperluas pergaulan seseorang
Dalam suatu organisasi terdapat keterkaitan di antara anggota yang satu dengan anggota lainnya. Ini adalah sebagai akibat dari interaksi dan kerjasama yang terjadi di antara sesama anggota organisasi tersebut. Dengan demikian maka hubungan pertemanan seseorang akan menjadi lebih luas.
  1. Dapat menunjukkan jati diri dan kepribadian seseorang
Pada umumnya, seseorang yang aktif dalam berorganisasi, khususnya bagi para remaja akan dapat menemukan jati diri serta kepribadian mereka, yaitu dari lingkungan dan pergaulan dari komunitas atau organisasi yang mereka bentuk.
  1. Dapat membentuk Emotional Intelegent Quotien (EQ)
Selain kepribadian, keberadaan lingkungan dalam organisasi yang dibentuk akan mampu mempengaruhi perkembangan emosi seseorang, di mana lingkungan yang baik akan mampu menciptakan kondisi emosi yang baik pula. Dengan EQ yang baik, maka seseorang akan dapat bergaul dan menghadapi orang-orang dengan tipikal yang berbeda-beda.
  1. Dapat membantu seseorang untuk bisa membagi waktunya
Berbagai ungkapan telah menunjukkan pentingnya waktu bagi kita, seperti ungkapan yang menyatakan bahwa waktu adalah uang, atau juga pepatah yang mengatakan bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mau menghargai waktu. Oleh karena itu, akan sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Organisasi adalah pilihan yang tepat bagi kita untuk belajar menghargai waktu dan mengatur setiap jadwal kegiatan kita.
  1. Dapat membantu seseorang untuk bisa lebih bertanggung jawab
Seseorang yang aktif dalam organisasi akan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab di dalam dirinya. Hal ini dikarenakan adanya struktur yang jelas yang mengatur fungsi serta tugas masing-masing anggota organisasi tersebut sesuai dengan kedudukannya. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan suatu organisai harus terus ditumbuh kembangkan.
  1. Dapat menumbuhkan disiplin dan etos kerja bagi seseorang
Hal lain yang bisa diperoleh seseorang dari berorganisasi adalah   peningkatan disiplin serta etos kerja di dalam dirinya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mampu membentuk softskill dalam diri seseorang. Dengan kemampuan tersebut akan banyak hal yang bisa dilakukan olehnya seperti memiliki kemampuan dalam menyampaikan ide, bernegosiasi dengan baik, memiliki kemampuan untu merubah suatu halmenjadi lebih baik, dan masih banyak lagi.
  1. Dapat menumbuhkan sifat percaya diri seseorang
Memiliki rasa percaya diri adalah salah satu hal yang dibutuhkan dalam pergaulan seseorang, dan organisasi merupakan wadah yang tepat untuk mendapatkan hal itu. Dalam organisasi, seseorang dilatih untuk dapat menyampaikan ide-ide, diberikan kepercayaan untuk melakukan tugas-tugas tertentu, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung hal itu akan dapat menumbuhkan sikap percaya diri dalam diri orang tersebut.
  1. Dapat melatih seseorang untuk lebih kuat dalam menghadapi tekanan
Dalam kehidupan di era modern ini, seseorang dituntut untuk bisa lebih kuat dalam menghadapi segala masalah maupun tekanan yang datang dari berbagai pihak. Keberadaan organisasi dapat melatih jiwa seseorang agar menjadi lebih kuat, adanya perbedaan pendapat di antara sesama anggota organisasi tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi merupakan salah satu cambuk yang nantinya akan membuat para anggota organisasi tersebut menjadi lebih kuat dalam menghadapi tekanan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar